Tampilkan postingan dengan label Abu Nawas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Abu Nawas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Juni 2023

TIGA KISAH HUMOR TERKENAL TOKOH ABU NAWAS

Kisah Abu Nawas adalah cerita-cerita lucu yang melibatkan tokoh Abu Nawas, seorang tokoh humor dan cerdik dalam sastra dan tradisi lisan Timur Tengah, terutama dalam kisah-kisah Arab dan Persia. Abu Nawas dikenal karena kecerdasan, kejenakaannya, dan kemampuannya untuk menggambarkan kejadian sehari-hari dengan cara yang kreatif dan humoris.


Beberapa contoh kisah-kisah Abu Nawas yang terkenal termasuk:

  1. Menimbun Batu: Dalam cerita ini, Abu Nawas berpura-pura menimbun batu-batu di depan rumahnya setiap malam. Ketika seseorang bertanya kepadanya alasan di balik tindakannya, ia menjawab bahwa dia menyimpan batu-batu tersebut sebagai 'harta karun'. Orang tersebut kemudian bertanya mengapa Abu Nawas tidak memindahkan batu-batu tersebut ke dalam rumah, dan Abu Nawas dengan cerdik menjawab, "Oh, saya belum mencuri kunci pintu!"
  2. Kebohongan Abu Nawas: Abu Nawas sering kali menggunakan kebohongan untuk menguji kecerdasan orang lain. Dalam salah satu ceritanya, ia meyakinkan seorang saudagar yang ceroboh bahwa ia memiliki bibit tanaman yang bisa tumbuh menjadi pohon emas. Ketika saudagar itu membelinya dengan harga yang tinggi, Abu Nawas menjawab, "Bibit tersebut membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh, jadi jual kembali padaku di masa depan." Tentu saja, ketika saudagar itu menyadari kebohongan Abu Nawas, ia tidak dapat menemukan kembali si penipu.
  3. Abu Nawas dan Kesalahan Penguasa: Dalam cerita ini, Abu Nawas dengan cerdik mengekspos kesalahan dan kelemahan penguasa. Dalam salah satu kejadian, penguasa memutuskan untuk menyimpan semua uang dalam bentuk koin emas. Abu Nawas meminta izin untuk memperbaiki sol sepatu penguasa. Namun, saat memperbaikinya, Abu Nawas sengaja memasukkan sejumlah koin emas ke dalam sol sepatu itu. Ketika penguasa menyadari kehilangan uangnya, Abu Nawas dengan bijak menunjukkan bahwa jika uang diinjak-injak dan diabaikan, maka akan hilang.

Kisah-kisah Abu Nawas memberikan hiburan dan pelajaran dengan menggabungkan humor, kecerdasan, dan pandangan kritis terhadap kehidupan. Mereka sering kali menggambarkan kesalahan manusia, menyindir penguasa yang sombong, dan menyoroti kebodohan atau kekhilafan individu. Kisah-kisah ini menjadi bagian penting dari warisan sastra Timur Tengah dan masih populer hingga saat ini.







Rabu, 29 Desember 2021

Kisah Abu Nawas: TEKA-TEKI PEMBAGIAN KAMBING

Kisah Abu Nawas memang selalu mengundang tawa dan juga kening mengkerut. Salah satunya kisah berikut ini  contohnya. Silahkan saja kalian simak ya...

Suatu hari di istana Sultan Harun al Rasyid menerima tiga orang tamu dari desa. Saat tamu itu datang, Sultan Harun al Rasyid sedang berkumpul dengan para pejabat tinggi, langsung saja mempersilakan ketiga orang itu untuk masuk dan mengutarakan maksud dan tujuannya.


Setelah tiga orang itu membungkuk, salah seorang di antara mereka berkata, "Ampun beribu ampun baginda, karena kami telah mengganggu perbincangan baginda dengan para pejabat yang lain."
"Tidak, kalian tidak mengganggu. Kami malah senang dengan kedatangan kalian. Memangnya ada apa kalian menghadapku? Adakah persoalan yang ingin kalian sampaikan?"


"Begini baginda, saya, Ahmad, mempunyai dua ekor kambing betina, Zulfikar mempunyai seekor kambing jantan, sedangkan Zubair tidak mempunyai kambing. Karena itulah Zubair yang setiap hari harus bekerja menggembalakan kambing. Apabila ketiga kambing itu beranak pinak, maka pembagian keuntungannya juga telah kami sepakati, yakni saya mendapat separuh dari jumlah kambing, Zulfikar memperoleh sepertiga dari jumlah kambing, sedangkan Zubair yang menggembala dan merawat yang mendapat bagian seperdelapannya," terang Ahmad.


"Lantas apakah kambing itu sekarang telah beranak-pinak?" tanya Baginda.
"Benar baginda, ketiga kambing itu sekarang sudah berjumlah menjadi 23 ekor. Karena itu, kami sekarang ingin membaginya sesuai dengan kesepakatan kami dulu. Tapi ternyata kami kesulitan untuk membaginya. Karena itulah kami ke sini ingin memohon pertolongan baginda," terang Ahmad.
Membagi 23 ekor kambing sesuai perjanjian tentu tidak mudah. Bayangkan, bila Ahmad memperoleh pembagian separuh dari kambing-kambing itu, maka Ahmad sebenarnya mendapat bagian sebelas ekor lebih setengah kambing. Sedangkan Zulfikar memperoleh pembagian sepertiga seharusnya mendapatkan tujuh ekor lebih dua per tiga kambing. Sementara Zubair mendapatkan seperdelapannya yang berarti dua ekor kambing lebih tujuh per delapan kambing.


Harun al Rasyid tampaknya berpikir keras untuk memecahkan masalah tersebut. Bahkan para pejabat yang hadir di tempat tersebut juga tak sanggup memecahkan masalah tersebut. Karena orang yang hadir di tempat tersebut tak ada yang bisa memecahkan masalah itu, akhirnya Harun al Rasyid terpikir untuk mengundang Abu Nawas yang cerdik untuk ke istana.


Setelah Abu Nawas sampai di istana, ia pun langsung bertanya masalah yang terjadi. Mereka bertiga kemudian menceritakan ulang kronologi kebingungan tersebut.
"Wah..., itu masalah kecil, baginda. Insya Allah saya akan membantu mencarikan jalan keluarnya," kata Abu Nawas. "Tolong bawakan kambing itu masuk semuanya!"


Setelah kedua puluh tiga ekor kambing tersebut dituntun masuk istana, Abu Nawas lalu menghitung kembali jumlah kambing. Sesudah kambing itu dihitung dan benar jumlahnya 23, Abu Nawas lantas berpikir keras menemukan solusi dari masalah pelik tersebut. Tak lama kemudian, "Izinkan saya meminjam kambing baginda, seekor saja!" kata Abu Nawas.


"Nah, sekarang saatnya saya akan membagi kambing tersebut sesuai dengan porsi kalian saat perjanjian!" kata Abu Nawas setelah menambahkan kambing milik Harun al Rasyid. "Ahmad yang berhak memperoleh separuh kambing, maka boleh mengambil 12 ekor!"

"Sedangkan engkau Zulfikar yang memperoleh bagian sepertiganya, maka boleh mengambil delapan ekor!" kata Abu Nawas memerintahkan.


"Terakhir Zubair yang memperoleh bagian seperdelapannya, maka engkau berhak mengambil bagian 3 kambing. Sisa satu, karena saya tadi meminjam satu ekor kambing milik baginda, maka ini saya kembalikan lagi kambing tersebut."


Masing-masing telah mendapatkan bagiannya. Mereka pun berterima kasih dan kembali ke kediaman masing-masing. Perkara yang musykil itu akhirnya dapat ditemukan solusinya berkat kecerdasan Abu Nawas. Meskipun dalam hal ini ada yang dirugikan, namun mereka semua senang. Akhirnya Abu Nawas memperoleh hadiah uang emas dari Harun al Rasyid berkat kecerdikannya.

Kalau kalian hitung dengan teliti apakah pembagian tersebut sudah benar? Coba kalian tulis komentar di bawah ya!




KPop Demon Hunters: Kenali 5 Fakta Mengejutkan Tentang Film Animasi Viral 2025!

  Film Animasi K-Pop yang Sedang Jadi Fenomena Dunia KPop Demon Hunters hadir sebagai salah satu film animasi paling populer tahun ini. Di...