Gambar kartun adalah hasil coretan buatan manusia yang menjelaskan peristiwa atau cerita. Orang yang menggambar kartun umumnya disebut kartunis. Para kartunis biasanya menggambar kartun dengan karakter-karakter lucu dan menghibur. Sebagian lagi menggambar dengan tujuan mengkritik atau menyindir. Dalam perkembangannya kartun banyak disukai oleh beragam kalangan usia dari anak-anak hingga manula. Kartun menjadi hiburan yang murah meriah. Karenanya banyak orang menyukai kartun sebagai media untuk bercerita, menyampaikan pesan-pesan tertentu, hingga menjadi ajang untuk berekspresi.
Jepang dianggap sebagai negara yang banyak sekali membuat kartun. Bahkan dikenal dengan istilah sendiri anime. Keberhasilan Jepang dalam menyuguhkan kartun yang menarik membuatnya terus eksis hingga kini. Ide dan inovasi yang dilakukan Jepang kini telah menyebar ke bebagai negara dan disukai oleh berbagai lapisan masyarakat.
Anime di Jepang sudah ada sejak tahun 1900-an
Munculnya tokoh Asro Boy karya Osamu Tezuka pada tahun 1950 menjadi salah satu bukti bahwa Jepang sudah sejak lama mempolulerkan seni animasi. Namun nyatanya jauh sebelum kepopuleran Astro Boy sudah banyak komikus-komikus Jepang lainnya yang sudah berkarya lebih dulu di antaranya Junichi Kouchi, Katsudo Shasin, dan Seitarou Kitayama. Mereka dianggap sebagai para pendiri karikatur jepang alias manga.
Kartun di Indonesia
Di Indonesia sejarah kartun juga tak bisa dipisahkan dari sejarah politik negeri saat itu. Tepatnya pada tahun 1933, banyak koran-koran lokal masa itu menampilkan iklan-iklan Walt Disney. Sehingga pada masa Pemerintahan Soekarno pada 1955 mengirimkan Dukut Hendronoto (yang dikenal dengan Pak Ook) untuk belajar seni Animasi di Walt Disney.
